2 Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi-JK
2 Tahun sudah negara ini dipimpin oleh orang baru, gagasan-gagasan baru, aturan baru, kebijakan baru, sampai ke permasalahan-permasalahan baru. Tentunya masalah lama hampir terselesaikan dan masalah baru muncul kembali. Tidak heran sebagian orang berpikir dari sisi permasalahan yang baru muncul yang menganggap pemerintah masih belum bisa mengatasi Indonesia, dan ada pula yang berpikir seolah-olah apabila mereka diposisi sebagai pemerintah mengurus begitu banyak permasalahan yang berbeda, ditempat yang berbeda, di waktu yang sama dan harus berpikir mana yang harus diprioritaskan mereka menganggap pemerintah sudah bisa mengatasi masalah daripada sebelumnya yang masih kacau balau.
2 Tahun menjadi waktu yang sangat singkat bagi orang yang setiap hari memikirkan orang banyak, Mau dibawa kemana negara ini, mau dibagaimanakan lagi negara ini. Disamping harus menyelesaikan masalah, juga harus memajukan bagaimana negara ini agar tidak ketinggalan. Pelbagai kritikan pedas dan manis yang diterima Presiden ketujuh ini, mulai dari infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, kebijakan, politik, sosial, budaya, dsb. Survei dari tingkat kepuasan yang dilakukan 2 tahun kepemimpinan presiden ketujuh ini lebih dari setengahnya merasa puas hampir 67% merespon positif dan 33% negatif (sumber:koran tempo 20 Oktober 2016).
Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan siapakah yang salah atas masalah yang ada, kita sebagai orang yang menjadi objek dari kebijakan pemerintah ikut mendukung, mencari solusi dan mengajak agar semuanya bisa sadar, karena kita sebagai masyarakat bukan sebagai penonton atas seluk beluk perilaku pemerintah yang bisa menertawakan, mengoceh seenaknya tapi kita juga sebagai aktor pendukung, hanya perbedaannya kita berada dibelakang panggung yang ikut membantu demi lancarnya peran aktor yang memainkan perilakunya.
2 Tahun sudah negara ini dipimpin oleh orang baru, gagasan-gagasan baru, aturan baru, kebijakan baru, sampai ke permasalahan-permasalahan baru. Tentunya masalah lama hampir terselesaikan dan masalah baru muncul kembali. Tidak heran sebagian orang berpikir dari sisi permasalahan yang baru muncul yang menganggap pemerintah masih belum bisa mengatasi Indonesia, dan ada pula yang berpikir seolah-olah apabila mereka diposisi sebagai pemerintah mengurus begitu banyak permasalahan yang berbeda, ditempat yang berbeda, di waktu yang sama dan harus berpikir mana yang harus diprioritaskan mereka menganggap pemerintah sudah bisa mengatasi masalah daripada sebelumnya yang masih kacau balau.
2 Tahun menjadi waktu yang sangat singkat bagi orang yang setiap hari memikirkan orang banyak, Mau dibawa kemana negara ini, mau dibagaimanakan lagi negara ini. Disamping harus menyelesaikan masalah, juga harus memajukan bagaimana negara ini agar tidak ketinggalan. Pelbagai kritikan pedas dan manis yang diterima Presiden ketujuh ini, mulai dari infrastruktur, pertumbuhan ekonomi, kebijakan, politik, sosial, budaya, dsb. Survei dari tingkat kepuasan yang dilakukan 2 tahun kepemimpinan presiden ketujuh ini lebih dari setengahnya merasa puas hampir 67% merespon positif dan 33% negatif (sumber:koran tempo 20 Oktober 2016).
Kita tidak bisa sepenuhnya menyalahkan siapakah yang salah atas masalah yang ada, kita sebagai orang yang menjadi objek dari kebijakan pemerintah ikut mendukung, mencari solusi dan mengajak agar semuanya bisa sadar, karena kita sebagai masyarakat bukan sebagai penonton atas seluk beluk perilaku pemerintah yang bisa menertawakan, mengoceh seenaknya tapi kita juga sebagai aktor pendukung, hanya perbedaannya kita berada dibelakang panggung yang ikut membantu demi lancarnya peran aktor yang memainkan perilakunya.

Comments
Post a Comment
Silahkan kritik dan sarannya