Skip to main content
Kita berdemokrasi, apapun dikata rakyat itulah suara hati mereka.


Tidak pernah terduga jika satu hal KATA bisa berakibat fatal, entah ada aktor dibalik peristiwa ini seperti yang dikatakan orang nomor 1 Indonesia atau ada hal lain yang dikaitkan dengan peristiwa ini. Gubernur jakarta nonaktif dituduh penistaan surat Al-Maidah dan tuduhan itu tersebar setelah ada seseorang menyebar luaskan videonya. 4 November pun menjadi peristiwa bersejarah dimana seluruh umat islam Indonesia berkumpul dalam suatu tempat untuk menuntut pihak hukum yang dianggap lamban dalam proses tuduhan penistaan Al-Quran yang dilakukan oleh Gubernur Jakarta Nonaktif.
Brainstorming saya tidak ada asap jika tidak ada api. Ahok hanya membela diri saat orang lain memberikan api padanya. Kalaupun Ahok sendiri yang membuat percikan api itu pasti tidak ada kaitannya dengan Buni Yani yang meminta maaf atas kesalahannya karena salah transkip video. Sadar tidak sadar baru saja proses kampanye pilkada Jakarta dilaksanakan hal ini menjadi besar sedangkan diluar sana Dimas kanjeng yang sangat membodohi umat islam tidak ada suara para pembesar agama islam yang terlalu menghiraukannya, hanya suara anak media yang berkomentar lewat Line Today. Apa ini semacam politik untuk Ahok yang sedang melaksanakan kampanye sebagai calon gubernur DKI Jakarta ? Ini bukan semacam pembelaan, hanya saja waktu terjadinya yang sangat tepat. Disisi lain saat peristiwa terjadi rakyat yang datang dari pelosok tanah air, bersatu membentuk satu suara untuk bertemu dengan sang Presiden agar proses hukum Ahok ini bisa dipercepat. pendapat orang bisa berbeda, apakah yang dilakukan sang presiden dengan meninggalkan istana saat rakyatnya hanya ingin bertemu untuk menyampaikan suaranya bahwa mereka tidak menganggap hal kecil masalahnya itu salah ? atau memang benar lebih mementingkan proyeknya diluar sana ? apa sang presiden menganggap remeh masalah ini ? yang ditakutkan akan menimbulkan kecurigaan bahwa sang presiden dan ahok menjalin kerjasama. Dan ancaman yang sangat berbahaya saat suara rakyat yang tidak diambil secara bijak akan menimbulkan konflik hilangnya kepercayaan rakyat yang pastinya akan lebih sulit diatasi. Pak Presiden mengatakan akan selalu menemui rakyat saat mereka datang menemuinya. Tapi, saat peristiwa itu Beliau tidak menghiraukannya. Ada apa dengan sang presiden saat itu ? Kita berdemokrasi apapun suara rakyat bisa di ambil secara bijak, jika itu langkah yang diputuskan, demokrasi kita dipertanyakan.

Yang perlu kita sadari kembali, kita demokrasi untuk persatuan dari perbedaan. Menghargari kaum mayoritas dan memperjuangkan kaum Minoritas.

Comments

Popular posts from this blog

5 Web Yang Perlu Kamu Kunjungi Untuk Informasi Lowongan Pekerjaan (yogyakarta) dan sekitarnya

sumber gambar: https://www.lapakterpecaya.com/tag/wirausaha-sukses/ Kian hari pekerjaan memang sangat sulit didapatkan, karena persaingan yang semain ketat sehingga tidak sedikit para perusahaan yang bekerja di bidang tertentu membutuhkan karyawan-karyawannya dengan syarat-syarat tertentu, dari persyaratan itulah yang membuat orang sulit untuk menyesuaikan. Kalau pun ada persyaratan yang standard tidak dengan embel-embel yang lain tapi persaingan nya begitu ketat. Memang, dibutuhkan informasi yang cukup untuk mengetahui pekerjaan yang update dan ter-anyar agar bisa mempersiapkannya lebih matang. Oleh karena itu, pada postingan ini disediakan 5 web sebagai rekomendasu yang menyediakan jasa informasi tentang Lowongan Pekerjaan khusus daerah Yogyakarta yang update dan mudah dicari. 1.  www.jogjakarir.com Di web ini disediakan berbagai informasi lowongan pekerjaan. Mulai dari staf admin, technical, customer service dan masih banyak lagi. Jadi kalian bisa memilih pek...
2 Tahun Kepemimpinan Presiden Jokowi-JK 2 Tahun sudah negara ini dipimpin oleh orang baru, gagasan-gagasan baru, aturan baru, kebijakan baru, sampai ke permasalahan-permasalahan baru. Tentunya masalah lama hampir terselesaikan dan masalah baru muncul kembali. Tidak heran sebagian orang berpikir dari sisi permasalahan yang baru muncul yang menganggap pemerintah masih belum bisa mengatasi Indonesia, dan ada pula yang berpikir seolah-olah apabila mereka diposisi sebagai pemerintah mengurus begitu banyak permasalahan yang berbeda, ditempat yang berbeda, di waktu yang sama dan harus berpikir mana yang harus diprioritaskan mereka menganggap pemerintah sudah bisa mengatasi masalah daripada sebelumnya yang masih kacau balau. 2 Tahun menjadi waktu yang sangat singkat bagi orang yang setiap hari memikirkan orang banyak, Mau dibawa kemana negara ini, mau dibagaimanakan lagi negara ini. Disamping harus menyelesaikan masalah, juga harus memajukan bagaimana negara ini agar tidak ketinggalan. P...

Diskusi: Antara Marhaenisme dan Marxisme #1

Source Image: http://www.aktual.com/kisah-perjalanan-hidup-si-pengetik-naskah-proklamasi-sayuti-melik/ Merdeka! Siapa yang tidak mengenal sosok Sayuti Melik? Jika dalam buku-buku sejarah sekolah sering disebut sebagai seseorang yang mengetik naskah teks proklamasi. Apa ada yang lain? Jika tidak ada hal lain yang dapat kita kenal dari beliau, kini kita akan mengenalnya dari sisi lain yaitu pemikiran inteleknya mengenai Marhaenisme dan Marxisme, sebuah tulisan yang dituangkan dalam buku “Antara Marhaenisme dan Marxisme” dan diterbitkan oleh Penerbit Kendi. Fakta yang sangat prominen untuk mengenang Sayuti Melik sebagai pengetik naskah proklamasi adalah ada kebenaran lebih elok yang jauh sebelum pengetikannya itu dilaksanakan, yaitu beliau sudah menjadi penulis menjengkelkan kaum kolonial. Karena itulah, Sayuti Melik seorang tokoh pergerakan dekat Marxisme, yaitu perjuangan kelas yang ia tekuni melawan para kolonial. Ia mempelajari Marxisme sudah sangat lama baik di luar n...